Hal terpenting dalam hidup adalah belajar bagaimana memberikan cinta, dan membiarkannya masuk. Katanya Morrie Schwartz seh! Tapi hidup enggak soal cinta melulu kan? + Setibanya di kos, kubuka sweater yang dipakai sepanjang jam pelajaran akhir. Seragamku sampai basah bermandikan keringat. Cuaca memang sedang panas. Aku malah sok-sokan kedinginan. Setelah berganti pakaian, ikut bergabung dengan Adit, Parmin dan beberapa penghuni kamar lain di teras. Mereka yang sedang asik mencecap asap pembakaran dari benda yang katanya meningkatkan tingkat keren bagi kaum pria. Rokok. Tapi bagiku, aku sudah keren. Dan akan selalu keren tanpa rokok. Narsis yang baik! Hahaha. Adit tampak memejamkan mata. Meresapi petikan gitar mengalunkan nada sesuai isi hatinya. Mereka urung ke lapangan karena aku m

