"Dari awal sudah aku katakan, kita tidak ada hubungan apa pun." Nada bicara Devan terdengar tak bersahabat sama sekali. Lisa tidak menyangka akan mendengar pernyataan itu setelah pergulatan panas mereka. "Selain untuk menuntaskan urusan biologis, tak ada hal lainnya. Jika salah satu dari kita bosan, maka yang lain tidak boleh merasa keberatan." Devan menoleh, menatap wajah sedih wanita di depannya. "Anggap kita hanya teman kerja biasa. Setelahnya, kita bisa melanjutkan hidup masing-masing." Lagi-lagi Lisa terdiam seribu bahasa. Tiba waktunya dia tak lagi dibutuhkan oleh Devan. Apa yang harus dia lakukan? Lisa sama sekali tidak ingin kehilangan sosok yang selama ini sering menemaninya. Dia benar-benar jatuh cinta pada Devan. "Jangan lupa minum pil kontrasepsi seperti biasanya. Aku tidak

