"Anda butuh sesuatu?" tanya Monika, mendekat dan duduk di tepi ranjang. Dia menatap Rio dengan pandangan bersahabat. Pria ini tidak berbahaya sama sekali, setidaknya untuk satu jam ke depan. "Panggil Maria." Dua kata itu Rio ucapkan dengan segenap kekuatannya yang tersisa. Tubuhnya terasa lemas, tak bisa lagi digerakkan dengan leluasa seperti biasanya. Monika menggeleng tegas. "Untuk apa? Masih ada saya di sini." Kening Rio berkerut dalam melihat respons istri kontraknya yang keras kepala. "Jika Maria kemari dan menolong Anda, tubuh saya yang akan menerima akibatnya. Setelah Anda pulih, bisa dipastikan Anda akan membuat saya pingsan lagi seperti siang tadi." Monika kembali menggunakan sebutan 'saya' dan 'Anda' untuk menegaskan bahwa hubungan mereka tidak begitu dekat. Ada dinding tak k

