Tidak ada Satu pun yang Dikenakan

1037 Kata

Mario tak bisa menjawab pertanyaan itu. Hanya diam yang meliputi ruangan itu sebab Rhea pun hanya menatap Mario, menunggu suaminya menjawab pertanyaan yang dia tanyakan tadi. "Bahkan kamu tidak berani menjawab itu karena memang pada dasarnya kamu juga sangat menginginkan aku hamil lagi." Rhea lalu tersenyum lirih sembari menatap Mario dengan tatapan sendunya. "Jangan dibahas lagi. Aku mau ke kamar sebentar." Mario kemudian beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke dalam kamar. Sementara Rhea hanya menatap punggung suaminya itu hingga tidak terlihat lagi sebab sudah masuk ke dalam kamarnya. Detik itu juga Mario masuk ke dalam kamar mandi dan memuntahkan darah yang sedari tadi ia tahan. Kepala yang pening, ulu hati yang terasa membengkak dan pernapasan yang tidak stabil. Tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN