Hamida berjalan mendekati putrinya. Satu tamparan keras mengenai pipi Clarissa. Jack segera menarik Clarissa, menyembunyikan gadis itu di belakang tubuhnya. “Jangan sakiti dia. Saya yang bersalah,” kata Jack membuat Hamida semakin kesal. “Saya tidak bicara sama kamu.” Tatapan Hamida tertuju pada Clarissa yang tengah menundukkan kepala. Hamida ingin menarik putrinya masuk ke apartemen, tapi Jack melarangnya. “Biarkan saya menjelaskan semuanya,” ucap Jack. Namun, Hamida menghempaskan tangannya dan menatap Jack kesal. “Jangan temui putri saya lagi.” Hamida menarik tangan Clarissa lalu membawa putrinya masuk. Jack mengetuk pintu berulang kali, tapi usahanya sia-sia. ** Jefrri merogoh saku jasnya mencari ponsel yang sejak tadi tidak ditemukan. Sudah berbagai sudut di mobilnya ia cari,

