Keputusannya

1403 Kata

    "Nggak sulit kok nebak password apartemen kamu. Gabungan tanggal ulang tahun kita, diakhiri dengan tanggal hari pertama kita ketemu." Atha menjelaskan bagaimana ia bisa masuk ke apartemen Pink.     "Pink ... kamu harusnya lebih hati-hati. Meskipun kamu sedang pergi, kamu harusnya selalu kunci kamar. Sehingga aku nggak akan bisa masuk kayak gini." Atha tertawa keras mengakhiri kata-katanya.     Pink beringsut mundur perlahan. "K-kamu mau apa, Atha?"     "Kenapa kamu terlihat ketakutan?" Atha terlihat sedih. "Ini aku Atha, orang yang kamu cintai. Harusnya kamu seneng aku dateng ke tempat tinggal kamu seperti ini."     "T-tapi nggak gini caranya!"     "Lantas bagaimana?" Atha membentak. "Aku telepon kamu berkali-kali, aku minta tolong sama anak-anak KBM untuk hubungin kamu juga. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN