"Oy! Dhi!" Suara yang nyaris satu minggu tak tertangkap pendengarannya, kini bisa kembali menyapa Adhi. Mengedarkan pandangan ke sepenjuru kafe yang tampak ramai di malam minggu. Pria itu akhirnya menemukan sosok yang terus meneror ponsel yang belum lama Adhi beli. Milik tetangganya, yang dijual pada Adhi karena membutuhkan uang. Mengayunkan langkah, Adhi berderap menuju meja yang di tempati Randi. Menggeser kursi yang berada tepat di depan sahabatnya, Adhi menjatuhkan bokongnya dengan nyaman di sana. "Lo baru sampai dari kampung halaman, kenapa nggak tiduran di rumah aja?" "Heh! Kulit kacang, kan lo yang telepon gue minta ketemuan. Gue sampai rela membatalkan beberapa ajakan kencan gara-gara lo!" "Tapi siapa tadi, yang terus-menerus telepon, nanya gue udah sampai mana?" Balas Adhi s

