Aksa mengempas b****g di kursi kekuasaannya. Oji yang mengikutinya dari belakang, duduk di atas meja Aksa. Sudah biasa, lagi pula Aksa bukan bosnya, bosnya tetap Aydan. Oji mengambil foto Freya di atas meja Aksa. “Sejak kapan dia ada di sini?” “Sejak tadi, gue beneran kangen sama dia,” dengkus Aksa. Oji meletakkan foto berbingkai itu pada tempatnya. Dia menyayangkan kebodohan Aksa. Sahabatnya itu sudah cukup sukses jika dibanding dirinya, entah Aksa masih menunggu apa untuk bisa mengambil keputusan besar itu? Oji benar-benar tidak bisa menyelami jalan pikiran Aksa. Dua puluh tahun lebih mengenalnya, dia rasa tak ada gunanya. Aksa tetaplah Aksa. Setia pada satu perempuan. Jelas berbeda dengan dirinya yang sering gonta-ganti perempuan. “Dia pergi, gue nggak tahu sekarang dia di mana,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


