Dua puluh

2218 Kata

Di mana Alika bisa menemui Aksa selain di kantornya. Kini gadis berambut sebahu itu sudah berdiri di lobi kantor, dia tak peduli saat orang lain menatapnya heran.  “Kamu anak magang?” tanya salah seorang karyawan yang kebetulan lewat. Alika malah terlihat bingung. Gadis 20 tahun itu tahu ini merupakan perusahaan pers, jika magang di sini jelas ini bukan bidangnya, tapi ini bisa dijadikan ide untuk mendekati Aksa.  “Anak magang ke atas langsung training sama pak Aksa. Teman-temannya sudah pada ngumpul tuh diruang rapat.” Karyawan itu menunjuk lantai dua.  “Iya terima kasih, Kak.” Alika tersenyum. Ditraining oleh Aksa, tentu bukan ide yang buruk. Perlahan kakinya menginjak anak tangga hingga menuju ruang rapat. Alika mengetuk pintu.  “Masuk!” teriak seseorang dari dalam. Alika mendorong

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN