Dua puluh Lima

2047 Kata

Neck collar sudah di lepas dari leher Aksa, begitupun dengan perban yang melilit di kepalanya, hanya tersedia sedikit sebagai penutup di pusat luka.  Kepulangan Aksa dari rumah sakit kemarin sore memaksa Freya harus menginap di rumah Aksa.  Pagi ini cuaca sangat cerah. Berkali-kali Aksa menelan ludah, memperhatikan wanita yang sedang meniup gelembung sabun dengan penuh kebahagiaan.  Angin menerbangkan gelembung-gelembung sabun itu dengan cepat. Sesekali Freya sengaja meniup gelembung sabun dan mengarahkannya pada Aksa, sehingga membuat pria itu tersenyum lembut, dia sangat menikmati suasana pagi yang sejuk ditemani letupan gelembung yang Freya tiupkan.  “Sayang,” gumam Aksa. Freya menoleh menatap Aksa cukup lama. Memastikan kalau dia tidak salah dengar. Namun, hati Freya mengendalikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN