"D-dia hamil?" tanya Jaka terbata. Tangannya gemetaran mengambil hasil USG, lelaki itu menelan slavina nya kasar. Hatinya terasa tersentuh hanya melihat foto itu. "Berarti bentar lagi aku punya anak dong." Senyum haru terbit di bibir Jaka, seakan melupakan perkataan nya kala itu kalau dia tidak mau punya anak dengan Puspa. Rasanya Jaka senang mendapat kabar ini, lupa akan hal kalau ia dan Puspa sedang ada masalah. Jaka mengusap sudut matanya. Tangannya mengusap USG tersebut, sembari. "Anak ayah." lirihnya pelan. Rongga dadanya terasa di himpit. Serta rasa bahagia yang sulit di jabarkan. Memang selama ini dia ingin sekali menjadi ayah, tapi semua itu belum di kasih Tuhan. Hingga di mana ia dan Puspa dalam masalah begini, buah hati yang mereka nantikan selama ini pun hadir menyapa. Apa ini

