Senyum Jaka luntur kala ia mendengar apa yang dibisikkan lelaki di depannya ini. Tangannya sontak terkepal dengan rahang mengeras serta tatapan berubah tajam. "Jangan macam-macam nya anda!" sentak Jaka tidak suka. Haikal tersenyum remeh. "Seumur hidup saya, saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya sendiri." katanya dengan bersedekap dadaa. "Jangan usik istri dan calon anak saya. Kalau kamu tidak mau menerima konsekuensinya." ancam Jaka tidak main-main kali ini. "Kita lihat saja nanti." Haikal mengedikkan bahunya. Lelaki itu kemudian menepuk bahu Jaka dan berlalu meninggalkan Jaka di sana. Jaka terduduk lemas di depan kursi yang disediakan di supermarket. Lelaki itu menelan salivanya dengan keras. Tangannya masih terkepal kuat. Detiknya Jaka berdiri dan berlari menuju rumahnya. T

