41. Aneh

1147 Kata

Pagi ini, Jaka merasa aneh sama dirinya. Subuh tadi dia terbangun mendadak muntah tiba-tiba dan itu berangsur hingga ia mau pergi kerja. Bibirnya putih serta wajah yang pucat pasi. Mungkin akibat tidak makan malam kemarin, maag nya kambuh. Padahal Pusoa sudah mengingatkan dia agar makan lewat dari via chat. Jaka menggeleng, kenapa Puspa sering kali terlintas di kepalanya? Jaka meletakkan tasnya di atas meja. Duduk mengambil sarapannya yang sudah di sediakan Mamanya. Erni terheran melihat wajah Jaka yang terlihat begitu lemas. "Kamu sakit?" tanya Erni. Meletakkan punggung tangannya di kening Jaka. "Badan kamu hangat, sayang. Libur ngajar dulu hari ini, istirahat nanti Mama kasih obat penurun panas." kata Erni. Tapi Jaka mengangguk. "Nggak usah Ma. Palingan maag Jaka aja yang kambuh, tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN