23. Kambuh lagi

1077 Kata

Jam sembilan malam. Lala dan Sani pun pamit pulang kepada Jaka dan Puspa. Kedua anak remaja itu berjalan keluar dari pagar rumah Jaka. "Kita pulang ya, pak. Sekali lagi terimakasih udah izinin kita belajar di sini." ujar Lala sopan. "Sama-sama, saya juga senang kalian mau mampir ke rumah saya. Apalagi Sani, dia itu tetangga saya." kata Jaka. "Tuh, rumah kamu kan, San?" tunjuk Jaka ke rumah depan sana. Sani mengangguk pelan. "Tepatnya rumah bokap saya, pak." ralat Sani. "Kita permisi dulu, pak. Assalammualaikum." Sani langsung menarik tangan Lala agar pergi dari sana. Meninggalkan Jaka yang kini mengernyit heran dengan tingkah Sani. Lelaki itu mengangkat bahunya acuh. Sementara itu, Sani bersama Lala kini berjalan beriringan. Niat hati Sani hendak mengantarkan gadis ini ke rumahnya na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN