*** Setiap pulang dari restoran hotel, Vivian memiliki pekerjaan lain. Ia diam-diam mengikuti ke mana perginya Dafa. Namun sudah dua hari sejak terakhir kali ia memergoki Dafa dan Manda. Setelah itu tak pernah sekalipun Vivian melihat mereka bersama lagi. Vivian berdecak. Sebenarnya ke mana mereka dan kenapa mereka jarang bertemu padahal Vivian ingin mengetahui di mana tempat tinggal perempuan yang telah merebut tunangannya itu. Tetapi jika hasilnya terus begini sama saja dengan membuang waktu. Vivian ingin kepastian agar Manda bisa mendapatkan ganjaran atas perbuatannya itu. "Sial!" makinya sambil memukul stir. Ia sudah tidak tahan lagi. Dafa benar-benar bersikap jahat padanya. Lelaki itu dengan sengaja membuatnya marah bahkan tak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya. Semua rencana

