*** Jika bukan karena mencintai Dafa, tentu saja Vivian lebih memilih meninggalkan Indonesia sesegera mungkin. Dafa telah menginjak harga dirinya hingga ke dasar jiwa. Tak ada lagi perasaan tak enak hati bagi Dafa atas apa yang lelaki itu lakukan, padahal mereka telah bersahabat sejak lama. Hal itu membuat Vivian semakin bersemangat untuk membuat Dafa menyembah kakinya. Sudah cukup bagi Vivian untuk mengalah dan tetap diam saat Dafa mengatainya perempuan murahan. Vivian termenung di depan jendela apartemennya. Perkataan Dafa sehari yang lalu memang sangat menyakitinya namun bukan berarti dirinya akan menyerah. Vivian benar-benar akan membuktikan rasa cintanya ini untuk lelaki itu. Sungguh bukan hanya sekedar obsesi belaka. Perasaannya untuk Dafa benar-benar nyata hingga saat ini dan mun

