Pintu kamar Lyra diketuk. Buru-buru Lyra memasukkan kembali foto Dara dan Dewangga ke dalam buku jurnal milik Dalimah. Setelah itu, Lyra membawa buku itu ke lemari dan menyembunyikan buku itu di belakang tumpukkan pakaiannya. "Nyonya," panggil suara dari arah luar kamar. "Nyonya? Apa Nyonya masih tidur?" Itu suara Kinarsih. Segera Lyra berjalan ke arah pintu lalu membukakan pintu untuk Kinarsih. “Iya, Mbak?” kata Lyra menatap Kinarsih dengan eskpresi wajah panik. “Tuan sudah pulang, Nyonya,” ucap Kinarsih. Ucapan Kinarsih itu layaknya sebuah petir yang menyambar Lyra. Jantung Lyra pun kini sudah berdegup kencang karena takut. “Mas Dewangga udah pulang?” tanya Lyra dengan wajah memucat. “Iya, Nyonya,” jawab Kinarsih menganggukkan kepala. “Apa Nyonya baik-baik saja?” tanyanya men

