Lyra merasa harus membiasakan diri untuk bersikap biasa terhadap Dewangga. Ia tidak boleh lagi merasa kaget atau bersikap aneh di depan Dewangga. Takutnya Dewangga menyadari perubahan sikap Lyra yang mana mungkin akan membuat Lyra kena masalah. Jadi, Lyra harus bersikap normal seperti biasanya di depan Dewangga. Akan tetapi, bersikap normal di depan Dewangga setelah membaca cerita Dalimah terasa begitu sulit. Setiap kali Lyra menatap wajah Dewangga, di otaknya selalu bergema kata ‘tidak menua’. Dan bagi Lyra itu cukup menakutkan. "Lihat," kata Dewangga seraya menunjukkan sebuah lukisan kepada Lyra. Saat ini mereka sedang berada di ruang santai lantai dua. Tadi setelah selesai makan malam, Dewangga mengajaknya ke sini untuk sekadar duduk-duduk sambil mendengarkan musik yang sedang diputa

