Dua puluh dua

1048 Kata
Farhan memilih diam, ia tak berani mengatakan sepatah katapun saat bertemu dengan Susi. Hal yang sama juga Susi lakukan, ia merasa kesal terhadap suaminya itu. Bahkan saat sedang sarapan, tidak ada yang mau angkat bicara, di meja makan sangat hening, hanya terdengar suara dentingan sendok makan. "Maafkan papa, ma! papa benar-benar khilaf papa tak bermaksud untuk mengecewakan mama, hanya saja papa merasa kecewa dengan apa yang Fajrin perbuat. Papa merasa kecewa setelah menaruh harapan kepada Fajrin, harapan yang menurut papa bisa memberikan hasil yang memuaskan. Dengan sikap Fajrin dan Irana terhadap kita, papa pikir mereka akan menerima kita kembali, papa pikir mereka akan mau melakukan kerjasama ini lagi, kerja sama untuk melakukan penelitian ini. Tapi dari jawaban Fajrin selama ini, aku yakin dia tidak akan pernah mau untuk bekerjasama dengan papa. Sepertinya dia sengaja melakukan hal ini, mengulur-ulur waktu dan bekata tak ingin melakukannya dengan alasan trauma, mungkin saja dia sudah melakannya kembali" ucap Farhan. Tak ada yang bisa Susi lakukan, meskipun sebenarnya dia sangat marah terhadap Farhan, namun ia juga mengerti kenapa suaminya itu sampai memberanikan diri menginjakkan kakai di club. "Lalu? Apa yang akan papa lakukan? Apakah papa akan terus mendesak Fajrin atau memilih mundur?" tanya Susi. "Papa tidak akan mendesaknya, dan papa juga tidak akan pernah mundur" kata Farhan seolah memiliki ide briliant. "Maksud papa?" tanya Susi tak mengerti. "Meskipun Fajrin terlihat cerdik, tapi sayangnya papa tak kalah cerdik. Yang harus kita lakukan terutama yang harus mama lakukan adalah mendekati mereka, tetap berusaha untuk menjalin hubungan kekeluargaan ini agar lebih dekat. Jika kita sudah dekat, bagaimanapun pasti akan lebih mudah untuk berkompromi dengan Fajrin" saran Farhan. "Baiklah, mama akan berusaha melakukannya. Apapun yang papa rencanakan, mama akan terus mendukung papa. Mama yakin, apapun yang papa rencanakan pasti demi kebaikan keluarga kita" kata Susi. "Tapi, Pa! Bagaimana kalau Fajrin sudah melakukan penelitian itu tanpa kita ketahui? Bagaimana kalau dia sudah berhasil sepenuhnya membuat penelitian yang sempat hilang itu? Jika memang hal itu sudah berhasil, maka Fajrin akan dengan mudah untuk membuat serum itu. Menurut mama, kalau Fajrin sudah melakukannya saat ini, maka kemungkinan besar dia sudah mencapai hasil saat ini, atau mungkin dia sudah hampir mencapai akhir" lanjut Susi. Farhan sedikit menimbang-nimbang ucapan istrinya itu, ia juga sedikit berpikir demikian. Seketika ia kembali teringat dengan setiap penolakan Fajrin, membuat dirinya semakin percaya dengan apa yang Susi ucapkan. "Kau benar sayang, mungkin ini adalah alasan Fajrin tak ingin melakukannya denganku" kata Farhan. "Sudah pasti, karena tidak ada orang yang sangat bodoh yang akan msu memberikan hasil kerja kerasnya kepada orang lain. Mungkin saja demikian, sebab itulah dia selalu mengatakan trauma karena dia menghindari untuk melakukannya dengan mu. Sangat masuk akan bukan? Jika dia melakukannya dengan mu, maka dia akan merasa sangat rugi, apa yang di kerjakan harus di bagi dua dengan mu, sementara kamu yang tidak tahu apa-apa dan bahkan pernah mengecewakannya, dengan santai menikmati hasilnya. Kita bisa saja menganggap Fajrin bodoh, tapi pada kenyataannya kita tak bisa memungkiri kalau Fajrin itu jenius" ucap Susi. 'Ya, tapi aku masih bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya berani masuk ke dalam rumah Fajrin untuk mengambil serum itu? Dari yang mereka katakan, pencuri itu tidak muncul di layar CCTV, sementara tidak ada jalan yang bisa pencuri itu lalui selain pintu depan. Aku yakin kalau orang yang berani mengambil itu adalah orang yang kenal dekat dengan Fajrin, orang yang sudah mengetahui seluk beluk rumah Fajrin. Dan yang membuat papa merasa aneh, bagaimana dengan orang yang mengambil serum itu? Papa yakin orang ysng mengambil serum itu adalah orang yang tinggal di daerah kita, namun sama sekali tidak ada tanda-tanda tentang reaksi serum itu. Kalau semisal papa yang mengambilnya, papa akan membuat heboh dunia dengan memamerkannya, dengan menunjukkan sesuatu yang mustahil, tapi papa sama sekali tidak mendengar hal itu dan papa sama sekali belum melihat seseorang bisa melakukan hal it. Mungkinkah penelitian Fajrin kali ini juga gagal total?" tanya Farhan. "Hanya lima puluh persen kita bisa menyimpukan demikian selebihnya kita bisa berpikir kalau pencuri itu tidak ingin memberitahukan dunia. Ada banyak hal yang ia takuti jika mmeberitahukannya kepada dunia. Pertama, Fajrin akan mengetahui kalau dialah uang mengambil serum itu. Kedua, dia pasti akan mati mrnggenaskan di tangan Fajrin setelahnya, karena sudsh pasti Fajrin tidak akan pernah melepaskan orang itu. Ketiga, kalau sampai dia memberitahukan ke publik, maka dia akan menjadi incaran orang-orang yang juga ingin memiliki serum itu, dalam kata lain keselamatannya akan terancam. Jadi sudah pasti dia tidak memiliki pilihan lain selain bersembunyi dari keramaian dan menikmati semuanya seorang diri. Tapi kalau memang tebakan papa benar, sudah pasti Fajrin akan memulai dari nol lagi, dan itu akan menjadi hal yang sedikit dulit baginya dan bahlan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama" ucap Susi menyimpulkan. "Ya, mama benar. Dan yang membuat papa bingung, sebenarnya serum itu berfungsi atau tidak? Hal ini membuat papa ragu, apakah harus bekerja sama dengan Fajrin atau tidak" kata Farhan. "Sebaiknya papa mulai mencari tahu. Seperti apa yang papa katakan, kita harus lebih dekat dengan mereka jika ingin mengetahui semuanya. Mama yakin, seperti sebelum-sebelumnya, Fajrin pasti akan melakukan penelitiannya di rumah itu. Hal ini mengharuskan kita untuk lebih sering pergi ke sana, dengan begitu kita bisa mengetahui seluk beluk rumah itu dsn bshkan bisa mengetahui ruangan Fajrin untuk melakukan penelitiannya" saran Susi. Apa yang menjadi ide briliant Susi seolah selalu bertolak belakang terhadap apa yang Farhan pikirkan, namun pada kenyataannya ia tak bisa memungkiri kalau ide itu sangat bagus sehingga mengharuskan dirinya untuk menyetujui ide itu. "Sepertinya kita tidak bisa weekend bersama untuk sementara waktu, karena mungkin mulai sekarang kita akan lebih banyak waktu ke rumah itu dan mencari tahu semuanya. Lebih cepat lebih baik, jangan sampai kalau Fajrin selesai melakukan penelitiannya baru kita muncul, hal itu akan menjadi sangat sia-sia. Di tambah lagi kalau sampai serum itu berhasil, kemungkinan besar Fajrin akan langsung menguji cobanya pada dirinya sendiri, dengan begitu dia akan mengetehui kalau kita berencana dan ke rumah itu semata-mata hanya untuk mendapatkan kerjasama darinya. Hal itu akan membuat kita semakin sulit untuk mendapatkan serum itu." kata Susi. "Kamu pintar sayang, sepertinya kita akan menjalankan rencanamu. Oh iya, kita akan menjalankan rencana kita mulai minggu ini, untuk mendekati keluarga yang menyebalkan itu, membuat mereka luluh dan menahlukkannya" ucap Farhan, lalu ia tertawa puas yang di susul dengan tawa Susi, sementara Sinta hanya bisa menjadi pendengar yang setia bagi mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN