Bab 38

1690 Kata

“Rasanya Putri sudah lama tak memiliki teman dekat perempuan? Apa mungkin mobil online yang dia pesan, ya?” Hanya di dalam batin pertanyaan itu kulontarkan. Tak mungkin juga bertanya pada Mas Iqbal. Dia pasti sama gak tahunya denganku. “Hey, kok bengong?” Mas Iqbal mengulangkan tangannya ke depan wajahku. Aku menoleh dan tersenyum. “Lagi mikir, Mas.” “Hmmm … mikirin apa? Mau pindah dulu ke sini? Ada tukang di atas, Va. Apa gak risih?” “Iya, sih. Kalau gitu kita ngontrak saja dulu, Mas. Dua bulanan lagi saja ‘kan?” Aku kembali pada permintaan pertama kemarin. Dia memegang pundakku dan menatap lekat. Kini kami berhadap-hadapan. Aku menundukkan wajah, bingung untuk menjawab. Rasanya malu kalau aku bilang takut Putri mengganggunya. “Berikan Mas alasan kenapa harus ngontrak dulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN