Shiren dan Zafran kembali ke rumah cukup larut. Menjelang tengah malam. Mereka memasuki rumah dengan kondisi letih. Shiren melirik ke arah Zafran, mulai menilai keadaan. Sepertinya pertemuan Zafran dan Avana tak terlalu menyenangkan. Wajah lelaki itu tampak tertekan sepanjang perjalanan pulang. Karena Shiren lelah, ia memutuskan untuk diam dan tidak menggoda Zafran lebih jauh. Biasanya, dalam keadaan normal, Shiren tak akan pernah melepaskan kesempatan untuk mengolok-olok Zafran. Selalu ada kemenanagan manis setiap kali ia berhasil membuat lelaki itu marah. Namun, malam ini berbeda. Mereka lebih pendiam dari pada biasanya. Zafran kehilangan fokus memikirkan tawaran Avana yang tiba-tiba, sementara Shiren sibuk mengingat tentang kakek tua penjual sapu yang ia temui. Mereka terjebak dengan

