Adrian sangat merindukan Aira, tubuhnya terasa lemah tak berdaya. Ia berharap bisa bertemu dengan wanita yang dicintainya itu walaupun hanya dalam mimpi. *** Hans tidak mengerti kenapa Devan membiarkan Aira kembali ke Kota Tua. Devan percaya Aira tidak akan melanggar janjinya, ia pasti akan kembali lagi. Hans bisa memegang omongan Devan, walaupun jauh di lubuk hatinya ia tidak akan diam saja jika sesuatu yang buruk sampai terjadi kepada Kak Maryam. *** Aira sudah sampai di Istana Kota Tua. Ia segera bergegas menuju kamar Adrian. Beberapa orang yang melihatnya terkejut karena setelah beberapa waktu tak melihat Aira, kini Aira kembali muncul dihadapan mereka semua. Aira membuka pintu kamar Adrian. Tampak pria dingin yang biasanya berdiri dengan gagah dan selalu menatap tajam dirinya i

