Felicia terkejut karena Tuan Devan berhasil keluar dari ruangan itu. "Tuan tidak boleh kemana-mana!" Felicia mencegah agar tidak terjadi hal buruk kepada Devan. "Felicia kenapa kamu bisa ada disini?!" Devan terkejut sejak tadi Felicia sama sekali tidak menolongnya. Felicia lebih terkejut lagi melihat Tuan Devan akhirnya telah mengingatnya. "Tuan, Tuan Hans telah merencanakan semuanya untuk melumpuhkan Adrian Lakeswara. Kita hanya tinggal menunggu saja." Felicia menjelaskan. "Hans?!" Devan terkejut tak percaya dengan kemampuan yang dimiliki Hans seorang apakah bisa menandingi kekuatan Adrian Lakeswara. Sekilas Devan mengingat dimana dia melewati hari bersama Adrian yang ia anggap sebagai kakaknya sendiri. "Aku harus bertemu dengan Aira dan Hans." Devan bersikeras. "Tidak Tuan Devan.

