"Oh ya! Ada seorang perempuan yang terbaring disana." Aira menunjuk ruangan tempat ia menemukan seseorang. Aira beranjak bangun dengan dibantu oleh Adrian. Mereka menuju ke tempat yang ditunjukkan Aira. Adrian terkejut karena yang dikatakan Aira benar. "Aryan! Kita harus menolongnya." Aira memelas. "Tidak! Aku tidak mungkin membiarkan seseorang yang tidak diketahui asal-usulnya berada di sekitar mu!" Adrian masih terlihat waspada. Ia merasa tidak asing dengan perempuan yang tengah terbaring tak sadarkan diri itu. Aira tampak ragu. Satu sisi apa yang dikatakan Adrian ada benarnya, tapi di sisi lain nuraninya memintanya untuk menolong wanita itu. "Aryan! Apa kamu tahu? Kenapa aku menolong mu saat di Istana Putih waktu itu?" Tanya Aira mengingat bagaimana ia merasakan hal yang sama sepe

