Kebenaran Masa Lalu

1365 Kata

Hari demi hari berlalu, kehidupan rumah tanggaku berjalan harmonis. Mas Sam semakin perhatian. Dia sangat menjagaku. Apalagi terhadap anak yang sedang ku kandung. Tidak hanya suamiku tersebut, ibu mertua dan Bu Denok juga memperhatikanku. Hubunganku dengannya semakin baik. Ia sering menghubungi hanya sekedar bertanya bagaimana perkembangan janin dalam kandunganku, tidak lupa juga memberi banyak pesan dan nasihat tentang menjaga kehamilan. Rasanya senang disayang oleh dua wanita yang menganggapku seperti anak kandungnya. *** "May, Ibu minta maaf ya, sering menomor duakan kamu, suka judessama kamu." Di suatu kesempatan saat hanya berduaan dengan Bu Denok--ibu sambungku, beliau tiba-tiba mengucapkan hal tersebut. Sedikit kaget, tapi aku bersikap biasa saja karena sudah menganggap hal terse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN