Maaf, Anda Terlambat

1653 Kata

Aku terpaku di tempatku berdiri tidak jauh dari kursi Mas Sam. Tanganku mengepal kuat sampai bukunya memutih. Wajah menegang melihat pemandangan di depan mata. Di sana, tepat di meja kami, wanita licik tak tahu malu itu datang lagi dan duduk di samping Mas Sam. Anehnya Mas Sam tidak mengusirnya. Mereka seperti terlibat pembicaraan serius. Kesal, baru kutinggal sebentar ke toilet sudah begini, entah kalau di kantor, apa saja yang diperbuat wanita itu agar selalu dekat dengan suamiku. Tak bisa dibiarkan, aku harus bertindak. Aku berjalan dengan langkah cepat mendatangi mereka. Lalu, "hai! Wanita ganjen! Tak tahu malu. Ngapain lu duduk di samping suami gue? Mau ngerayu? Mau maksa Mas Sam jadiin lu istri kedua, gitu!" Dengan berkacak pinggang dan mata melotot kutatap Hanin tersebut. Hani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN