MISTERI VITAMIN YANG DIBERIKAN OLEH SUAMIKU BAB 42 "Mas, nanti pulang bawa rujak ya? Pengen rujak," ucapku manja melalui telepon yang kuhidupkan pengeras suaranya. "Ada yang lain sayangku? Nanti akan suamimu carikan." "Es buah kayaknya enak, sama bakso juga ya, Mas." "Lagi, apa lagi? Katakanlah, biar dicatat supaya tidak terlewatkan satu pun." "Apa lagi ya? Hmm ... kayaknya itu aja dulu, nanti dipikirkan lagi." "Oke, Sayang. Sampai ketemu nanti ya. Assalamualaikum." Telepon berakhir setelah aku menjawab salamnya. Pasti Mas Anton sedang tertawa sekarang. Karena apa yang kupesan sama sekali tidak pernah bisa kumakan habis, selalu Mas Anton yang menghabiskannya. Tok! Tok! "Boleh aku masuk?" Mataku langsung tertuju pada Tasya yang sudah berdiri di depan pintu kamarku. Entah apa

