Ranti meminta Cica dan Yoga pergi, lalu menghampiri Ario dan jongkok disebelahnya. Perlahan tangannya menyentuh bahu kekasihnya. Ario menoleh dan menatapnya, lalu menunduk. Ranti melihat ada darah di kemejanya lalu tangannya. Sedih melihat Ario terluka, matanya mulai berkaca-kaca. "Sayang, kita pulang," Ranti bicara perlahan menahan tangis. Ario berdiri, mengulurkan tangannya. Ranti menyambut uluran tangannya lalu berjalan menuju mobil. "Aku yang bawa, mana kunci?" Ranti menatap Ario. Sekilas Ranti melihat ada luka di wajahnya. Jantungnya berdebar kencang.. Semua gara-gara dia. Ario tidak banyak bicara, lalu menyerahkan kunci dan duduk diam. Perjalanan pulang itu sunyi, Ranti makin merasa tidak enak. Mobil pun memasuki garasi. Saat mesin mati, Ario langsung turun, tidak bicara apa

