Sarah memperhatikan wajah Derek yang tidak lepas dari lembar foto yang dia pegang. Apa yang sedang dipikirkan oleh Derek sehingga terlihat kerutan di dahinya. Apakah dia menyesal sudah melepaskan Andara untuk mencari wanita lain, ataukah kini dia justru akan membuat putrinya yang lain menderita? Sarah tidak mempunyai pilihan karena yang berhak memilih adalah pria yang sedang duduk di depannya. Derek yang pada awalnya sama sekali tidak mempunyai niat untuk duduk, pada akhirnya dia mencari tempat untuk memandangi wajah polos, mungil dan juga menggemaskan yang merupakan anaknya. Anak yang dilahirkan oleh Andara, wanita yang selalu membuat hidupnya tidak tenang sekaligus wanita yang selalu berhasil memporak porandakan pengendalian dirinya. “Wajahnya sangat cantik. Menurut Nyonya

