Senyum merekah di bibir Andara mendengar ucapan Derek. Ia sama sekali tidak menduga kalau Derek akan mengatakan rencananya di depan kakeknya. Dengan wajah tidak terbaca, Kakek Hardy menatap Andara yang memandang Derek dengan mata terbelalak. “Kakek belum lama bertemu denganmu, jadi kakek tidak tahu bagaimana hubungan kalian. Namun, mengetahui kau pergi ke Indonesia sendirian untuk mencari keluarga ayahmu apa kau yakin kalau Derek adalah pilihan yang tepat untukmu?” Andara terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Sejak bertemu dengan kakeknya ia sama sekali tidak menduga kalau kakeknya memperhatikan dan peduli padanya. Tanpa bertanya kakeknya seolah bisa menebak alasan mengapa dia tidak bersama dengan Derek saat pertama bertemu dengannya. “Hubungan kami tidak seperti

