Genggaman tangan Derek di lengan Andara begitu kencang hingga Andara sulit melepaskannya sementara tatapan mata para tamu dan staf hotel menatap mereka. Andara tahu dirinya hanyalah wanita biasa seperti pasangan jomplang seperti langit dan bumi. “Kau tidak malu berjalan Bersama denganku?” tanya Andara melirik Derek yang berjalan tanpa melihat kiri dan kanannya. “Kenapa aku harus malu. Kau malu berjalan denganku?” kata Derek balik bertanya. “Terus terang aku memiliki masalah dengan pandangan orang-orang. Semuanya memperhatikan kita,” jawab Andara. “Mereka memberi keuntungan padamu?” tanya Derek membuat Andara berpaling, heran dengan pertanyaan Derek. “Aku tidak kenal bagaimana bisa memberikan keuntungan padaku,” jawab Andara ngedumel. “Kalau begitu tidak perlu

