Tovic tersenyum sambil menatap Aya dengan lekat. Semua kado -kado itu sudah diletakkan di meja ruang tengah dan ia berjalan mendekati Aya sambil berlutut dan menggenggam tangan Aya. "Fadila ... Satu bulan ini, aku mengenalmu, dan aku merasa hidupku terasa lebih indah dan berwarna sejak ada kamu. Kira -kira, maukah kamu menjadi kekasihku?" ucap Tovic dengan wajah serius. Tovic merogoh kantong celananya dan mengeluarkan kotak merah beludru lalu membuka kotak itu di depan Aya. Sebuah cincin indah berada di kotak itu terlihat sangat cantik. "Kalau kamu mau menjadi kekasihku, kamu terima cincin ini sebagai tanda bahwa kita sudah berhubungan," jelas Tovic pada Aya. Aya terdiam membeku melihat isi kotak cincin itu. Rasanya seperti dejavu. Ia teringat dulu, saat Panji juga melakukan hal yang

