Xander Laura berlari ke kamar mandi dengan keadaan tanpa busana. Dia mengagetkanku pagi hari ini, setelah percintaan panas yang kami lakukan semalam hingga menjelang pagi. Dan aku tak menghitung lagi berapa kali aku menyemburkan benihku padanya yang jelas aku ingin dia cepat hamil. Aku tak ingin kalah dari adik Rey. Si bocah k*****t yang beraninya menghamili adikku lebih dulu sebelum menikahinya. Lihat saja aku akan membuat perhitungan padanya jika Alice sampai kenapa-napa. Ah aku lupa, Lauraku! Ada apa dengannya hingga berlari dengan tergesa ke kamar mandi? Aku menyusulnya melihat dia yang seperti ingin memuntahkan sesuatu. Apa mungkin dia... “Sayang! Apa mungkin kau hamil?” tanyaku sambil mengusap punggungnya. “Entahlah ... aku lupa mencatat periodeku,” ujar Laura. “Ayo kita periksa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


