DP || 24

1981 Kata

Xander dan Laura membawa Liora dengan tergesa-gesa karena melihat pendarahan yang keluar mengalir di paha Liora. Liora yang panik, tak berhenti menangis, dia sangat takut akan kehilangan calon bayinya. Begitu tiba di rumah sakit, dia langsung mendapat pertolongan pertama dengan team dokter kandungan dari dr. James. Liora dibawa masuk ke UGD. Lampu merah di atas pintu menyala, menandakan dimulainya operasi. “Di mana Rey? Kenapa dia belum tiba juga?” tanya Laura. “Aku sedang menghubungi lagi, tapi belum diangkat juga.” “Sebenarnya ke mana sih dia? Bukankah jarak dari restoran ke sini dekat? Kenapa lam—” Ucapan Laura terhenti saat Xander mengangkat tangan kanannya memberi isyarat agar Laura berhenti. “Halo! REY! kau di mana—?” “.....” “Apa?” “....” “Baiklah, terima kasih Pak.” “Ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN