Xander Aku mengelus punggung polos Laura, lalu memeluknya lagi, menciumi aroma tubuhnya yang harum. Dia menggeliat dan meringkuk layaknya anak bayi di dalam perut. “Aku akan matikan AC-nya jika kau kedinginan,” ujarku hendak beranjak namun ditahan Laura. “Tidak! Cukup kau saja jadi selimutku,” ujarnya terdengar sangat manis di telingaku. “As you wish, Sugar,” ujarku lalu kembali mengecup pundaknya, mengendus lehernya, lalu memeluknya erat hingga kami tertidur sesaat menunggu siang untuk pergi ke acara Rey. *** Laura Aku ini bodoh atau apa? Aku tahu dia berbohong, tapi ... hah ... mungkin aku terlalu mencintainya, atau aku hanya ingin seperti Liora agar Alex tak pergi dariku? Lihatlah adikku... dia cantik dengan perutnya yang mulai buncit. “Kau ingin seperti, Liora?” tanya sebuah su

