DP || 36

1697 Kata

Ketukan di pintu kamar Laura yang kesekian kalinya diabaikan olehnya. Seminggu sudah dia begini, dan dia tak ingin bicara pada siapa pun kecuali Liora yang merawat dan mengajaknya bicara walau dia hanya menjawab sedikit. “Kak ... kita pulang saja ke Indonesia? Bagaimana?” tawar Liora. Namun hening Laura hanya diam dengan tatapan kosong. “Kak ... setidaknya Ivan dan Laurent harus tahu ini,” ujar lagi Liora berusaha membujuk Laura. “Aku ingin tidur, Liora. Bisa kau tinggalkan aku? Dan suruh Xander pergi, Liora!” Liora menurut dan keluar dari kamar Laura. Dia mendapati Xander yang masih berdiri di depan pintu Laura wajahnya sudah sangat lelah. Liora menggeleng menandakan jika Laura masih tak ingin bicara dengannya. Lalu Xander masuk tanpa peduli dengan gelengan kepala Liora. “Sudah kukat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN