Liora Aku sadar saat ini, dia mungkin sudah bosan denganku dan dia menjadikan diriku yang berkhianat untuk alasan pergi dariku. Seharusnya aku sudah tahu ini akan terjadi hanya saja ini terlalu cepat. Aku merasa baru kemarin dia menyatakan cintanya padaku dan dengan mudahnya aku percaya, walau sebelumnya aku sempat mengabaikan perhatiannya. Aku tak mau dia berkata dia hanya sebagai pelarianku terhadap Christoper. Maka dari itu aku selalu tak mengubris semua perhatiannya sebelum akhirnya dia mengakui perasaannya dan aku menerimanya dengan mudah. “Aku memang bodoh! Kenapa aku harus jatuh cinta padanya?” rutukku dalam hati saat aku berada di dalam lift apartemennya meninggalkan dirinya yang bicara tak jelas dengan menuduhku yang tidak-tidak. Aku berusaha menahan air mataku yang hampir lol

