Bab 17

2528 Kata

Menyerah pada keadaan bukan berarti kau lemah. Karena terkadang menyerah berarti kau cukup kuat untuk mengikhlaskannya pergi.   Kedua kelopak mata Zaza berusaha untuk membuka kembali. Punggung tangannya mencoba untuk menghalau sinar lampu kamar yang begitu terasa silau dimatanya. Sayub-sayub dia mendengar suara nenek dan Dewa tak jauh dari tempatnya berbaring saat ini. Sedikit demi sedikit dia memposisikan tubuhnya untuk duduk. Kondisi tubuhnya yang belum begitu fit, cukup membuatnya kesulitan. "Pikirkan baik-baik kata-kata ibu, jangan sampai kamu salah mengambil keputusan lagi." Ucap nenek sembari mengusap lengan Dewa dengan lembut. Mereka tidak sadar jika Zaza sudah sadar sejak tadi dan sedang memperhatikannya. Ditatapnya lekat wajah Dewa yang begitu murung dan terus saja menunduk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN