Bab 19

3038 Kata

Selalu ku seka rintih air mata mu, namun dirimu selalu membalas ku dengan sebilah pedang yang tepat menusuk hati..   3 bulan kemudian.. Dewa menutup buku terakhir yang telah dia bubuhi tanda tangan didalamnya. Ibu jari dan telunjuknya serempak memijat pelan pelipisnya yang terasa lelah. Kedua mata hitamnya masih belum bisa beranjak dari buku yang baru saja dia tutup. Buku berwarna biru muda itu memiliki cover seorang wanita berhijab sedang membelakangi laki-laki didepannya. Tebalnya masih sesuai dengan novel-novel romance pada umumnya. Karena sejatinya kisah dinovel itu tidak dia buat hingga usai. Semua alurnya mengikuti setiap kejadian yang pernah dia alami dikehidupan nyata. Telunjuk yang tadi berada dipelipisnya berpindah pada judul novel yang dibuat secara embosse sehingga ketika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN