Bab 34

549 Kata

ANNA  -- Mobil itu melintas cepat di hadapanku. Aku punya firasat bahkan sebelum aku menyadarinya, bahwa seseorang sedang mengawasiku dari kejauhan. Kemudian aku melihatnya: Grace berdiri di depan pintu kafe dengan sebuah tas hitam mengayun di satu bahunya, mantel berwarna biru gelap dan sepatu yang sama seperti yang dipakainya kemarin saat datang ke rumahku. Ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa apapun yang sedang dirasakannya, bukanlah sesuatu yang baik. Wanita itu berantakan, ia selalu tampil berantakan dengan rambut coklat jeleknya, riasan wajah yang tipis dan rahang yang tirus. Kedua tangan kosongnya menggantung di sisi tubuhnya, sebuah syal merah melingkari lehernya dan sepasang kaki kurusnya berjalan tergesa-gesa ketika menyeberangi jalan. Ia berusaha menghampiriku hingga sebuah mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN