"Rupanya, waktu begitu cepat berlalu. Waktu bisa dengan mudahnya menyihir umur anak kecil menjadi dewasa atau tua bangka menjadi berperangai seperti anak kecil lagi." SRINDENG BERJALAN tergesa-gesa di koridor rumah sakit itu. Matanya jeli menyapu papan nama yang tercantum di setiap ruangan yang dilewatinya. Ternyata ruangan tempat Tumba dirawat terletak agak diujung dan berdekatan dengan kantin. Segera saja dia masuk untuk memastikan bagaimana keadaan anak perempuan bos besar botol susunya itu. Di dalamnya ia menemukan Tuka dan Botel yang sedang berjaga. "Gimana keadaannya Bu Tumba, Pak?" tanya Indeng dengan mimik wajah yang khawatir dan mata yang sendu. "Maafkan saya, Pak, karna tak bisa menjaganya selama di kantor besar botol susu." Tuka melambaikan tangan sebagai bahasa tubuh yang

