Numa cepat-cepat menyembunyikan ponsel kecilnya di balik branya karena ternyata mamanya yang tiba-tiba datang dan masuk ke dalam rumah. “Oh, di sini kamu rupanya. Mama tadi cari di dalam kamar.” Numa diam dan lekas masuk ke dalam rumah dan melangkah menuju kamarnya. Hesti tampak mengamatinya dengan tatapan curiga. “Numa,” panggilnya. Numa menahan langkah dan berbalik. “Ngapain kamu di luar barusan?”tanya Hesti kemudian. Numa menggeleng, dan tetap dengan sikap diamnya. Hesti mengamati sekujur tubuh Numa, dia mengakui dalam hati bahwa Numa memiliki wajah dan tubuh sempurna, tentunya usia yang jauh lebih muda darinya. Tapi, entah kenapa dia sangat mencemburui Numa sejak tahu pernikahannya dengan Timo. Lalu kini gadis itu akan menikah dengan calon konglomerat. Hesti mendadak dengki deng

