Timo terkekeh, senang denan gairah istrinya siang ini, di dalam kamar yang sejuk pula. Dia merebahkan Numa di atas tempat tidur dan Numa langsung mengangkang lebar sambil menggeliat tidak sabar. “Sabar, Numa. Aku jilat dulu anumu.” “Oh, Om Timo.” Numa terus menggeliat, pinggulnya bergerak-gerak naik ke atas. “Masukin, Om. Masukin,” rengeknya. “Sebentar, Sayang.” Timo membuka kedua kaki Numa lebar-lebar dan memberi kecupan kecil. “Oooh. Oooh.” Mungkin karena sedang sangat b*******h, sentuhan kecil dari mulut Timo sudah membuat Numa kejang. Timo lanjut menjilat dan menghisap kecil. “Om Timo Sayaaang. Enaknya, Om. Oooh. Hmmm.” Numa memejamkan matanya, menikmati jilatan suaminya di bawah sana. Ingin Numa merasakan sensasi baru, Timo merebahkan tubuhnya sambil mendekap tubuh Numa agar be

