Bab 128. Kabar Bahagia Yuni

1110 Kata

Melihat istrinya yang terbaring dengan tenang, perasaan Timo pun jadi ikut tenang, dan dia yakin Numa bisa melahirkan dengan lancar dan tidak was-was. Sekilas, dia jadi mengingat belasan tahun lalu saat menemani Astrid melahirkan, dan juga melalui operasi sesar. Dia mendengus tersenyum mengingatnya. “Kok senyum-senyum sih?” tanya Numa setelah dibius. Dia terlihat tenang dan pasrah, tapi hatinya bahagia karena Timo bisa diizinkan menemaninya. “Kamu beda, Sayang. Kamu sangat tenang,” ujar Timo sambil membelai kepala Numa. “Oh. Kalo tante Astrid dulu?” Timo terkekeh, Numa kerap bertanya tentang Astrid, dan dia memaklumi. “Beda, dia seperti ketakutan, apalagi mendengar bunyi alat-alat medis.” “Aku takut, Timo.” “Kamu becanda.” “Iya, aku becanda. Haha.” Timo menjawil gemas dagu Numa. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN