Numa selalu menyempatkan memberi kabar ke suaminya di hampir setiap waktu, mereka berdua berkomunikasi di waktu siang atau malam. Karena perbedaan waktu, keduanya lebih sering berkomunikasi lewat pesan, tapi tetap berkesempatan berhubungan melalui telepon atau video call. Pulang dari periksa kehamilan, Numa langsung melaporkan ke Timo bahwa dia ditemani papa dan mamanya ke dokter kandungan seperti bulan lalu. Numa mengikuti saran papaya untuk tidak menceritakan kabar terbarunya bahwa dia sedang mengandung anak kembar. Dia sudah membayangkan keseruan nanti saat Timo tahu bahwa ada dua bayi lucu di dalam perutnya. Ternyata Timo dengan cepat menanggapi pesan Numa dengan langsung menelepon, padahal di sana jam masih sangat pagi, sekitar pukul empat pagi. Sepertinya Timo bangun pagi saat itu.

