Bab 67. Gusar Timo

1068 Kata

Irfan lagi-lagi tertawa. “Namanya Kenzo, dia anak Fauzan,” jawabnya setelah tawanya reda. Bibir Timo mengerut dan tangan yang bersandar di sofa terlihat bergetar, karena hatinya mendadak gelisah. Dia juga mengenal Fauzan, bahkan dia yang menyarankan Irfan untuk menerima semua proyek dari Fauzan. “Oh, Fauzan klien baru di bengkel,” gumamnya. “Ya, aku pikir dengan pernikahan Numa dan Kenzo akan membuka jalan kerjasama besar antar dua perusahaan.” Timo manggut-manggut, meskipun dadanya seperti tersayat-sayat mendengar harapan Irfan. Perusahaan bengkel Irfan sekarang memang sedang naik daun, dan dia jadi merasa de javu, mengingat kembali mertuanya yang terobsesi ingin meraih puncak kejayaan, sampai harus mengorbankan pernikahannya. Dia yakin Irfan sedang dalam keadaan yang sama dengan mert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN