Numa tetap saja merasa curiga bahwa papanya yang mungkin saja sudah memiliki kekasih. Akhir-akhir ini papanya sering menerima telepon sembunyi-sembunyi, entah apa maksudnya. Padahal sekalipun papanya berterus terang, Numa tidak akan mempermasalahkan. Akhirnya dia menjalani saran dari Molly, datang ke bengkel papanya dan berencana akan mempertanyakannya kepada Yuni, sekretaris papanya yang tentu tahu papanya dekat dengan siapa saja selama bekerja di kantor. Dia sudah berada di depan kantor Yuni, dan dia beruntung hari itu karena Yuni sedang bersantai di dalam kantor, gadis semok itu sedang duduk sambil membersihkan ujung-ujung kuku tangannya. “Eh, Mbak Numa.” Yuni tergagap melihat kedatangan Numa yang tiba-tiba. Dia langsung memperbaiki posisi duduknya dan duduk lebih tegap. “Boleh aku m

