“Aku akan mengirimnya ke US. Memiliki jejak kriminal sangat sulit mendapatkan visa ke sana. Aku jamin dia tidak akan mengganggu putrimu,” ujar Lucia. Lima belas milyar adalah uang yang sedikit bagi Irfan. Lucia yang berpengalaman bisa melihat keberatan di raut wajah Irfan. “Dua puluh?” tawar Lucia, menambah jumlah tawaran. “Aku ingin lima puluh milyar, Tante. Aku akan mengurus semua yang dibutuhkan, dan Timo bebas dan tidak ada jejak kriminal,” balas Irfan cepat. “Baik.” Lucia tidak ragu menyanggupi. Dia langsung berdiri dari duduknya, diikuti Debora. “Berdua saja, Tante?” tanya Irfan basa basi, saat Lucia dan Debora sudah berdiri di dekat pintu. Lucia menoleh dan menghentikan langkahnya. “Aku, Debora dan Morgan ke Jakarta. Morgan sedang berada di rumah mamanya sekarang,” balas Lucia

