"This's joke." Fariz berharap salah dengar tapi ekspresi Jelita yang duduk di depannya di lobbi apartemen nampak serius. Jelita memutuskan datang sendiri besok paginya dan melarang Tama ikut karena dia yang harus menyelesaikannya. "Are you kidding me?" "Maafkan aku Fariz." "Kamu mencampakkanku begitu saja setelah aku jauh-jauh menjemput Mama untuk melamarmu?" "Incess hanya mengikuti kata hati." "Kamu berselingkuh di belakangku dengan lelaki itu dan sekarang memilihnya. Apa selama ini kamu hanya mempermainkanku?" "Aku gak bisa bohong sama perasaanku sendiri kalau aku mencintai Haristama." Fariz menatap Jelita tidak percaya. Sebelumnya dia sudah yakin kalau Jelita pasti akan memilihnya bukannya lelaki yang tiba-tiba datang dan mengacaukan semuanya itu. "Aku tidak terima diperlakukan

