Konsep pemotretannya sendiri dilakukan di indoor yang diatur sedemikian rupa mengikuti tema yang telah disepakati oleh Team yang dipimpin oleh Akbar selaku photografer. Jelita sudah melakukan pemotretan terpisah lebih dulu selagi menunggu Tama selesai di rumah sakit. Untuk selanjutnya, mereka akan melakukan pemotretan bersama dan itu yang membuat Jelita sejak tadi berkeringat dingin. Gelisah dan gundah gulana. "Nyai, mau sampai kapan kamu sembunyi sambil muter-muter begitu. Tama sudah siap di ruangan." "Mati aku!" Jelita memegangi kepalanya dengan tangan dan berjalan mondar-mandir. Di ambang pintu, Akbar berdecak melihatnya, mendekat dan memegang kedua lengannya agar diam, memperhatikan Jelita dalam balutan gaun ungu yang bagian pundaknya terbuka. "Kalian akan sempurna saat di foto. Wh

